(Satu Bulan Pertamamu)
Hari ini kamu genap satu bulan, Maharatu.
Sebulan terakhir hidup terasa berbeda. Waktu tidak lagi berjalan seperti biasanya. Ia bergerak mengikuti ritme tangismu, jam menyusumu, dan cara kecilmu mencari nyaman ketika dunia terasa terlalu terang.
Ayah belajar banyak dalam tiga puluh hari ini.
Belajar menggendongmu dengan senyuman.
Belajar membedongmu hingga kamu tenang.
Belajar mengenali suara tangismu tanpa perlu bertanya pada siapa pun.
Ada malam ketika kamu tertidur di dada ayah. Napasmu hangat, kecil, teratur. Di saat itu, dunia terasa sederhana. Tidak ada yang lebih penting selain memastikan kamu aman dan merasa dicintai.
Wajahmu mulai berubah. Pipi kecilmu semakin berisi. Ekspresimu semakin jelas. Kadang seperti tersenyum sendiri, dan ayah memilih percaya itu adalah caramu menyapa dunia.
Satu bulan ini bukan tentang kesempurnaan.
Tentang kurang tidur. Tentang belajar. Tentang menjadi orang tua untuk pertama kalinya.
Tapi di setiap lelah, ada rasa syukur yang besar.
Selamat satu bulan, Maharatu.
Awal hidupmu dimulai dengan pelukan yang sungguh-sungguh.
— Ayah 🤍